06/11/14

Penganugerahan dan Lomba Warnai Bulan Bahasa 2014

Bahasa

 
Jakarta, Kemendikbud --- Dalam rangka Bulan Bahasa tahun 2014, Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan acara anugerah bidang sastra dan kebahasaan akhir Oktober lalu, di Jakarta. Penghargaan tersebut meliputi Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Festival Musikalisasi Tingkat Nasional, dan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.
Kepala Badan Bahasa, Mahsun, mengatakan bahwa tiga kegiatan ini terkait dengan pemanfaatan bahasa sebagai medium, yaitu bagaimana penulis memanfaatkan bahasa untuk menuangkan gagasannya, bagaimana melantunkan puisi dengan musik, dan penguatan kompetensi berbahasa Indonesia (UKBI).
Berbicara bahasa Indonesia, kata Mahsun, tidak lepas dari NKRI. Ikrar Sumpah Pemuda merupakan momentum awal revolusi mental. Dari mental yang menganggap Indonesia terdiri dari suku bangsa yang berbeda dengan menempati pulau yang berbeda, kemudian saat sumpah pemuda dilakukan revolusi mental melalui kesepakatan berbahasa hingga menuju kemerdekaan.
Mahsun mengatakan, untuk selanjutnya kegiatan ini akan diselenggarakan tidak selalu di Jakarta, tetapi di daerah lain sehingga semangat keindonesiaan dapat terus terjaga.
Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Yeyen Maryani mengatakan, secara umum seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terkait peran duta bahasa, menurutnya yang terpenting adalah bagaimana Badan Bahasa memberdayakan duta bahasa dalam konteks membina dan memasyarakatkan bahasa Indonesia sehingga memberikan kontribusi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia.
F. Rahardi yang mewakili dewan juri Penghargaan Sastra Badan Bahasa menyampaikan bahwa setelah membaca 30 karya sastra yang terbit selama lima tahun terakhir diputuskan bahwa pemenang pertama adalah Baju Bulan yang merupakan kumpulan puisi dari Joko Pinurbo, pemenang kedua adalah Gendang Pengembara, kumpulan puisi dari Leon Agusta, dan pemenang ketiga adalah Buli-Buli Lima Laki, kumpulan puisi dari Nirwan Dewanto. Selanjutnya, pemenang akan dikirim untuk mengikuti SEA Write Award di Bangkok, Thailand.
Sementara itu, Embi C. Noer mewakili dewan juri Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional menetapkan peserta dari Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari enam orang yaitu Faisal Yunus, Humaerah Auliya Umar, Khusnul Hatimah, Aldi Anwar, Muhamad Aris, dan Andi Abdillah yang berasal dari SMAN 2 Barru sebagai penampil terbaik pertama.
Selanjutnya, Ira Hapsari, yang mewakili dewan juri Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional memutuskan bahwa pemenang pertama adalah pasangan Duta Bahasa Provinsi Bali yaitu Ayu Ladah Carolina dan Made Adi Suadnyana. Selamat! (Aline Rogeleonick/Sumber: Laman Badan Bahasa)

Sumber : Kemendikbud.go.id
Wed, 11/05/2014 - 14:51
 

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda