Penganugerahan dan Lomba Warnai Bulan Bahasa 2014
Bahasa
Jakarta, Kemendikbud ---
Dalam rangka Bulan Bahasa tahun 2014, Pusat Pembinaan dan
Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan acara anugerah bidang sastra
dan kebahasaan akhir Oktober lalu, di Jakarta. Penghargaan tersebut
meliputi Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Festival Musikalisasi Tingkat
Nasional, dan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.
Kepala Badan Bahasa, Mahsun, mengatakan bahwa tiga
kegiatan ini terkait dengan pemanfaatan bahasa sebagai medium, yaitu
bagaimana penulis memanfaatkan bahasa untuk menuangkan gagasannya,
bagaimana melantunkan puisi dengan musik, dan penguatan kompetensi
berbahasa Indonesia (UKBI).
Berbicara bahasa Indonesia, kata Mahsun, tidak
lepas dari NKRI. Ikrar Sumpah Pemuda merupakan momentum awal revolusi
mental. Dari mental yang menganggap Indonesia terdiri dari suku bangsa
yang berbeda dengan menempati pulau yang berbeda, kemudian saat sumpah
pemuda dilakukan revolusi mental melalui kesepakatan berbahasa hingga
menuju kemerdekaan.
Mahsun mengatakan, untuk selanjutnya kegiatan ini
akan diselenggarakan tidak selalu di Jakarta, tetapi di daerah lain
sehingga semangat keindonesiaan dapat terus terjaga.
Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Yeyen
Maryani mengatakan, secara umum seluruh rangkaian kegiatan berjalan
lancar. Terkait peran duta bahasa, menurutnya yang terpenting adalah
bagaimana Badan Bahasa memberdayakan duta bahasa dalam konteks membina
dan memasyarakatkan bahasa Indonesia sehingga memberikan kontribusi
dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia.
F. Rahardi yang mewakili dewan juri Penghargaan
Sastra Badan Bahasa menyampaikan bahwa setelah membaca 30 karya sastra
yang terbit selama lima tahun terakhir diputuskan bahwa pemenang pertama
adalah Baju Bulan yang merupakan kumpulan puisi dari Joko Pinurbo,
pemenang kedua adalah Gendang Pengembara, kumpulan puisi dari Leon
Agusta, dan pemenang ketiga adalah Buli-Buli Lima Laki, kumpulan puisi
dari Nirwan Dewanto. Selanjutnya, pemenang akan dikirim untuk mengikuti
SEA Write Award di Bangkok, Thailand.
Sementara itu, Embi C. Noer mewakili dewan juri
Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional menetapkan peserta dari
Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari enam orang yaitu Faisal
Yunus, Humaerah Auliya Umar, Khusnul Hatimah, Aldi Anwar, Muhamad Aris,
dan Andi Abdillah yang berasal dari SMAN 2 Barru sebagai penampil
terbaik pertama.
Selanjutnya, Ira Hapsari, yang mewakili dewan juri
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional memutuskan bahwa pemenang
pertama adalah pasangan Duta Bahasa Provinsi Bali yaitu Ayu Ladah
Carolina dan Made Adi Suadnyana. Selamat! (Aline Rogeleonick/Sumber: Laman Badan Bahasa)
Sumber : Kemendikbud.go.id
Wed, 11/05/2014 - 14:51
Label: Pendidikan, Serba Serbi


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda