Bom Ikan yang Dirakit Meledak, Hanafi Tewas
Kondisi rumah Hanafi di Desa Kilensari setelah dihantam bom ikan rakitan. Foto: Rendra Kurnia/Radar Banyuwangi/jpnn
SITUBONDO – Ledakan
dahsyat menghancurkan rumah milik Hanafi, warga Desa Kilensari,
Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Selasa malam (11/11). Ledakan
itu terjadi saat Hanafi (45), merakit bom ikan di ruang belakang
rumahnya.
Akibatnya, rumah milik Hanafi hancur.
Dua orang menjadi korban ledakan. Sang pemilik rumah, Hanafi, tertimbun
reruntuhan rumah dan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Dia
akhirnya meninggal saat dirawat di rumah sakit. Korban lain adalah Jasid
(18), anak Hanafi, yang terluka di tangan dan kepala karena tertimpa
bangunan.
Karena ledakan tersebut begitu dahsyat,
tanah di sekitar lokasi bergetar. Suara ledakan itu juga terdengar
hingga radius 500 meter. Bagian belakang rumah korban pun berantakan.
"Bapak saya memang perakit bom ikan.
Tetapi, bukan dipakai sendiri, melainkan dikirim ke luar daerah.
Biasanya merakit bom ikan setelah mendapat pesanan. (Saya) tidak tahu
persis dikirim ke mana. Kalau sudah selesai (dibuat), ada yang ngambil
di rumah," jelas Jasid kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek
Panarukan kemarin (12/11).
Dia menuturkan, ledakan bom ikan yang
menghancurkan rumahnya itu membuat bapaknya tertimpa reruntuhan bangunan
yang hancur. Ledakan dahsyat di RT 2, RW 2, Dusun Kilen Selatan, Desa
Kilensari, tersebut lantas mengundang puluhan warga untuk mendatangi
sumber suara.
Namun, warga yang tiba di sekitar lokasi
tidak langsung menolong Hanafi dan Jasid. Sebab, mereka khawatir
terjadi ledakan susulan.
"Saat kejadian, saya sedang lihat TV (di
ruang tengah). Setelah meledak, warga yang datang tidak langsung masuk
karena takut. Setelah sekitar 5–10 menit, warga baru masuk untuk
menolong," ungkap Jasid.
Dalam proses evakuasi itu, warga
mengambil potongan kayu, batu bata, dan genting yang menimbun Hanafi dan
anaknya. Selanjutnya, Hanafi dilarikan ke IGD RSUD dr Abdoer Rahem
Situbondo karena lukanya sangat parah.
Tangan bagian kiri Hanafi putus. Dia
juga mengalami luka berat di wajah dan kedua kakinya. Selain itu,
sekujur tubuhnya mengalami luka bakar. Hanafi akhirnya tewas saat
menjalani perawatan medis.
Sementara itu, Jasid dirawat di
Puskesmas Panarukan karena hanya mengalami sejumlah luka di tangan dan
kepala. Jasid terluka karena terkena reruntuhan bangunan rumah. Dari
puskesmas, Jasid diizinkan pulang. Dia pun diperiksa dan dimintai
keterangan di Mapolsek Panarukan.
Berdasar data yang dihimpun Radar Banyuwangi (Grup
JPNN.com), ledakan bom ikan di rumah korban tidak hanya terjadi sekali
ini. Sebelumnya, juga pernah terjadi ledakan di rumah Hanafi awal tahun
ini. Namun, ledakan saat itu tidak sampai merenggut nyawa atau merusak
rumah Hanafi seperti kali ini.
"Ini yang kali kedua meledak. Dulu tidak besar," ucap Buhari, salah seorang warga sekitar.
Kasatreskrim Polres Situbondo Iptu
Riyanto menyatakan, untuk sementara ini, Hanafi diduga sebagai perakit
bom ikan yang mendapat pesanan dari seseorang.
"Korban diduga merakit bom ikan pesanan. Selanjutnya, kita serahkan kepada tim labfor,’’ katanya. (rri/aif)
Label: kriminal


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda