Tak Disubsidi, Uangnya Bisa Dipakai Gelar Piala Dunia Tiga Kali
JAKARTA - Pro-kontra
rencana kenaikan BBM belakangan semakin panas. Anggota Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) dari Partai Hanura, Fauzi Amroh mengatakan, pemerintah
sudah seharusnya mencabut subsidi BBM. Pasalnya, biaya untuk itu dinilai
sangat membebani negara.
"Kalau nggak disubsidi, negara bisa
dapat Rp 276 triliun. Ibaratnya bisa tiga kali menggelar Piala Dunia
kalau tidak disubsidi. Contohnya, Piala Dunia 2014 di Brazil menelan
biaya sekitar Rp 100 triliun," ujarnya saat diskusi di Dewan Pimpinan
Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, kemarin (11/11).
Koordintor Dewan Pakar Energi Nasional
Ellan Biantoro mengatakan, rencana penghapusan subsidi BBM memiliki
dampak beragam. Salah satunya pemborongan dan penimbunan BBM bersubsidi
oleh oknum. "Dimana-mana langka nanti BBM. Spekulan bekerja, borong dan
timbun," ucapnya.
Menteri Koordinator Politik, Hukum &
Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjianto sendiri mendorong
pemerintah segera menaikkan BBM bersubsidi. Pasalnya, keberadaan BBM
bersubsidi dinilai memicu banyak penyelewengan.
Saat ini sudah banyak kasus
penyelundupan BBM bersubsidi. BBM dengan harga murah di Indonesia
dijual oknum ke negara lain melalui perbatasan. "Kita tidak bisa
mengejar lagi kalau sudah di teritorial negara lain," keluhnya.
Masalah BBM bersubsidi ini, lanjut Tedjo
juga mengganggu stabilitas keamanan negeri. Ujungnya, investor
ragu-ragu bekerja sama dengan pemerintah. Masyarakat yang tidak puas
dengan keputusan pemerintah berpotensi memulai kekacauan.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda